Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dinanti umat Islam setiap bulan Ramadan. Selain berpuasa di siang hari, malam pada bulan Ramadhan juga kesempatan baik untuk mengerjakan amalan istimewa guna mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti shalat tarawih.
Kata tarawih sendiri berasal dari kata bahasa Arab, raahatun yang berarti istirahat, karena para sahabat terdahulu melakukan jeda untuk beristirahat di sela-sela rakaatnya.
Amalan yang Sangat Dianjurkan di Bulan Ramadhan
Berikut adalah informasi mengenai shalat tarawih:
1. Hukum dan waktu pelaksanaan
Hukum shalat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan. Dilakukan setelah shalat Isya (dan disarankan setelah sunnah ba'diyyah Isya) hingga sebelum terbit fajar atau masuk waktu Subuh. Dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendirian (munfarid) di rumah.
2. Niat shalat tarawih
Niat cukup dilakukan di dalam hati, namun bagi yang terbiasa melafazkan, berikut bacaannya:
Sebagai Makmum:
"Ushollii sunnatat-taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Sebagai Imam: Ganti kata ma'muuman menjadi imaaman.
Sendiri (Munfarid):
"Ushollii sunnatat-taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa."
3. Jumlah rakaat dan tata cara
Terdapat variasi jumlah rakaat yang umum diamalkan di Indonesia:
-11 Rakaat: Terdiri dari 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Umumnya dikerjakan dengan formasi 2 rakaat (salam) sebanyak 4 kali, atau 4 rakaat (salam) sebanyak 2 kali.
-23 Rakaat: Terdiri dari 20 rakaat Tarawih (10 kali salam) dan 3 rakaat Witir. Ini merupakan tradisi yang banyak diikuti di masjid-masjid besar dan merujuk pada praktik di masa Khalifah Umar bin Khattab.
Urutan gerakan sama seperti shalat fardu lainnya, dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Setelah selesai seluruh rangkaian tarawih, sangat dianjurkan menutupnya dengan shalat witir sebagai pemungkas shalat malam.
4. Keutamaan shalat tarawih
Berdasarkan hadis dan penjelasan para ulama, keutamaannya meliputi:
Pengampunan Dosa
"Barangsiapa melakukan ibadah di bulan Ramadan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu" (HR. Bukhari & Muslim).
Pahala semalam suntuk
Jika dilakukan berjamaah bersama imam hingga selesai, pahalanya dihitung seperti shalat sepanjang malam.
Ketenangan batin
Ibadah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan ketenangan jiwa selama bulan suci.
Berniat dan Lafadz Niat Puasa pada Bulan Ramadhan
Semoga artikel ini bermanfaat.***

0 Response to "Pelaksanaan Shalat Tarawih dan Keutamaannya"
Posting Komentar