Aksi Nyata Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan: Sukses Gelar Bakti Sosial di SMPN 2 Lintau Buo
Upaya nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai akademis ke tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh dunia perguruan tinggi. Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (FIP UNP) Angkatan 2025 sukses menggelar kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa (BSM) Kecamatan Lintau Buo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (10–12 September 2026), ini dipusatkan di lingkungan SMPN 2 Lintau Buo, Jorong Rajawali, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Kegiatan telah ditutup secara resmi oleh Dekan FIP Prof.Dr. Afdal, M.Pd, Kons, Sabtu (12/09/26).
Secara umum, gerakan yang dirancang untuk mewujudkan amanat Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Agenda ini melibatkan sedikitnya 290 mahasiswa Angkatan 2025, puluhan panitia pelaksana dari unsur kemahasiswaan, serta sejumlah dosen pembimbing yang berkompeten di bidangnya. Seluruh rangkaian acara BSM ini dikemas dengan menonjolkan nilai-nilai edukasi tinggi dan kepedulian sosial yang mendalam bagi warga sekolah serta masyarakat sekitar.
Program pengabdian ini bergerak di bawah payung tema besar yang visioner, yakni "Menumbuhkan Kesadaran Pendidikan Melalui Aksi Kolaboratif Mahasiswa dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya dan Berkemajuan". Melalui landasan tema tersebut, kegiatan ini berhasil menstimulasi kesadaran kolektif akan pentingnya mutu pendidikan formal dan nonformal di daerah.
Sudah barang tentu, inisiatif berdampak positif ini
mendapat dukungan penuh dan disambut dengan sangat hangat oleh pimpinan
sekolah, jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik di
SMPN 2 Lintau Buo.
Sinergi Baru BSM dan PIPN sebagai Terobosan Strategis
Pelaksanaan BSM AP 25 kali ini mencatatkan sejarah baru bagi lingkungan Departemen Administrasi Pendidikan FIP UNP. Kehadiran program ini membawa sebuah terobosan berupa integrasi vertikal yang kuat antara agenda kemahasiswaan dan kelembagaan dosen. Sinergi antara BSM dan Program Pengabdian Masyarakat oleh Dosen (PIPN) diimplementasikan secara bersamaan di lapangan.
Langkah taktis ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah tindak
lanjut nyata dari kesepakatan kerja sama (mitra bersama) yang telah dibangun
sebelumnya dengan pihak SMPN 2 Lintau Buo dan perangkat Nagari Tigo Jangko.
Secara struktural, pergerakan masif mahasiswa AP Angkatan 2025 di lapangan digerakkan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMDAP) yang dikomandoi oleh Rian Nur Hakim selaku Ketua Umum.
Di
level teknis kepanitiaan, agenda baksos ini dipimpin oleh Yuci Aidil Habibi
sebagai Ketua Pelaksana. Sementara itu, untuk memastikan arah program tetap
berada pada koridor akademis yang tepat, aktivitas lapangan didampingi oleh
dosen pembimbing profesional, Dr. Merika Setiawati, M.Pd.
Kolaborasi lintas generasi di lingkungan kampus ini terbukti
mampu meningkatkan efisiensi dan jangkauan program. Jika biasanya baksos
mahasiswa berjalan sendiri dan pengabdian dosen bergerak terpisah, penyatuan
ini membuat daya dobrak program sosial di Nagari Tigo Jangko menjadi jauh lebih
masif dan terstruktur.
Eksekusi Nyata 9 Aksi Sosial dan Edukasi di Lapangan
Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, BSM AP 25 tidak
hanya berfokus pada serangkaian acara formal semata. Selain berhasil menyokong
4 skema utama Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tingkat departemen, tim
gabungan mahasiswa dan dosen ini sukses mengeksekusi 9 aksi sosial konkret yang
bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga sekolah dan masyarakat setempat.
Aksi pertama diwujudkan melalui Pelatihan Deep Learning bagi
Guru. Pelatihan ini berfokus pada pengenalan metode pembelajaran mendalam guna
meningkatkan kapasitas pedagogik para tenaga pendidik di SMPN 2 Lintau Buo agar
mampu menghadapi tantangan kurikulum modern. Aksi kedua yang tidak kalah
krusial adalah Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui program ini,
mahasiswa melakukan pemetaan, pendekatan, dan edukasi bagi anak-anak usia sekolah
di sekitar nagari yang sempat terputus akses pendidikannya agar kembali
termotivasi untuk belajar.
Pada aspek pengembangan karakter siswa, dilaksanakan aksi
ketiga dan keempat berupa Mentoring Kepemimpinan Remaja serta Pelatihan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kedua program ini dirancang khusus untuk
mengasah kemampuan komunikasi, manajemen konflik, dan manajerial organisasi
bagi kader-kader pemimpin masa depan di sekolah tersebut.
Tidak hanya fokus pada ranah kognitif dan organisasional,
kepedulian terhadap lingkungan hidup juga diwujudkan secara nyata. Pada aksi
kelima dan keenam, mahasiswa melakukan penanaman bibit durian unggul di area
sekitar sekolah sebagai investasi ruang terbuka hijau produktif, disusul dengan
aksi pembersihan lingkungan sekolah secara massal. Untuk menunjang literasi
berkelanjutan, aksi ketujuh ditandai dengan pengembangan pojok baca (pojok
baja) yang representatif, nyaman, dan kaya akan bahan bacaan bermutu bagi para
siswa. Dua aksi penutup lainnya berfokus pada sinkronisasi administrasi sekolah
dan optimalisasi sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di SMPN 2
Lintau Buo.
Dampak Berkelanjutan dan Inspirasi Masa Depan
Keberhasilan eksekusi sembilan program kerja tersebut
diharapkan tidak berhenti saat masa bakti sosial usai. Kepala Departemen
Administrasi Pendidikan FIP UNP, Dr. Sulastri, M.Pd., mengungkapkan rasa
bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh elemen yang
terlibat. Beliau berharap model kolaborasi terintegrasi antara BSM mahasiswa
dan PkM dosen ini dapat bertransformasi menjadi cetak biru (blueprint) model
pengabdian yang berkelanjutan di masa depan.
Menurut Dr. Sulastri, integrasi ini terbukti memberikan
dampak positif yang nyata bagi kemajuan masyarakat Nagari di Lintau Buo pada
tahun 2026. Lebih lanjut, pihak departemen berkomitmen untuk terus
mengembangkan program serupa dengan jangkauan wilayah binaan dan manfaat yang
jauh lebih luas lagi pada tahun 2027 mendatang.
Apresiasi yang sangat tinggi juga datang dari Kepala SMPN 2
Lintau Buo, Yulinda Sastri, S.Kom. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa
terima kasih yang mendalam atas inisiatif dan dedikasi tinggi para mahasiswa
UNP. Kehadiran para mahasiswa diakuinya telah memberikan suntikan energi baru,
atmosfer akademis yang positif, serta inspirasi besar bagi para siswa untuk
memiliki cita-cita setinggi langit dan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang
yang lebih tinggi.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa Administrasi Pendidikan Angkatan 2025 UNP mengutarakan bahwa kegiatan baksos ini merupakan laboratorium sosial yang sangat berharga. Momen ini menjadi wadah terbaik bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu manajemen dan administrasi pendidikan yang didapat di bangku perkuliahan secara langsung ke dunia nyata.
Jauh lebih penting dari
sekadar teori, kegiatan ini juga berhasil mengasah empati sosial dan kepekaan
nurani mereka sebagai calon tenaga kependidikan masa depan.
Pentingnya Dukungan Stakeholder dan Penguatan Komunikasi
Evaluasi dan pandangan strategis mengenai keberlanjutan
pengabdian masyarakat turut disampaikan oleh Dr. Tia Ayu Ningrum, M.Pd., selaku
Ketua Pengabdian Masyarakat Departemen Administrasi Pendidikan FIP UNP. Kepada
Cerana Kata, akademisi yang akrab disapa Dr. Tya ini menuturkan bahwa program
pengabdian kepada masyarakat tidak akan pernah bisa berjalan optimal tanpa
adanya dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
Menurut Dr. Tia, keselarasan visi, sinergi, dan kolaborasi
aktif dengan masyarakat serta pihak sekolah adalah kunci utama dalam mewujudkan
esensi sejati dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Program pengabdian harus
menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai subjek
atau mitra yang bergerak bersama menuju kemajuan.
Menatap masa berikutnya, Dr. Tya menambahkan sebuah catatan penting terkait teknis pelaksanaan di lapangan. Beliau menggarisbawahi pentingnya membangun pola komunikasi yang lebih 'efektif', adaptif, dan inklusif dalam menggerakkan seluruh sasaran binaan di nagari maupun sekolah.
Dengan komunikasi dua arah yang harmonis dan pemahaman sosiologis yang baik
terhadap karakteristik masyarakat setempat, program-program pengabdian kepada
masyarakat dipastikan akan berjalan jauh lebih efektif, tepat sasaran, serta
menghasilkan dampak perubahan yang terukur dan berhasil guna.
Seluruh rangkaian kegiatan BSM dan PIPN kolaboratif ini ditutup secara resmi oleh Dekan FIP Prof. Afdal, M.Pd, Kons dengan penuh khidmat. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, penyerahan kenang-kenangan, serta momen silaturahmi yang hangat antara mahasiswa, dosen, guru, dan tokoh masyarakat setempat.
Jalinan silaturahmi yang
telah terbangun erat ini diharapkan tidak putus begitu saja, dan seluruh dampak
positif dari program yang telah dijalankan dapat terus membekas serta menjadi
pondasi kokoh bagi kemajuan berkelanjutan di SMPN 2 Lintau Buo ke depannya. ***(ED)
