Amanat Pembina Upacara: Terus Belajar, Hindari Hal yang Menyulitkan Diri Sendiri
Teruslah belajar sebaliknya hindarkan tindakan yang menyulitkan diri bahkan orang tua ananda sendiri. Belajar itu dimana dan kapan saja, termasuk belajar di rumah. Perihal perilaku yang menyulitkan diri bahkan orang tua misalnya, pelanggaran aturan dan tata tertib sekolah yang berulang-ulang. Ananda akan dipanggil oleh guru atau guru BK, mendapat sanksi dan peringatan sementara teman lain sudah belajar di ruang kelas.
Suasana upacara bendera di tengah kabut pagi (dok.sekolah/Eti/Cerana Kata)
Tentu akan lebih baik ananda mentaati setiap aturan dan tata tertib sekolah sehingga dapat belajar dengan baik di sekolah.
Demikian kesimpulan amanat pembina upacara bendera rutin, Senin (14/09/26) di lapangan upacara bendera SMPN 2 Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar.
"Ananda tidak boleh berhenti belajar oleh kendala apa pun karena menyangkut masa depan. Belajar bukan semata mengejar nilai akademik, lebih dari itu mengubah sikap dan perilaku positif serta keterampilan yang bakal diperlukan dalam dunia kerja," tandas Pembina Upacara Edy Samsul.
Ketika siswa menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, ada yang harus memanggil orang tua sehingga pekerjaan orang tua pun jadi terganggu.
Hal semacam ini perlu dihindari oleh siswa dengan menyadari bahwa pelanggaran aturan dan tata tertib sekolah akan menyulitkan diri sendiri bahkan orang tua di rumah.
Disaat upacara bendera pun pembina upacara sering mengamati cuaca di sekitar yang berkabut cukup tebal. Berkaitan dengan ini pembina upacara menghimbau kembali untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sampai saat upacara bendera Senin pagi itu belum turun himbauan pemerintah daerah untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun himbauan berhati-hati di tengah kabut dengan mengenakan masker pelindung sudah diedarkan sejak seminggu sebelumnya.
Kelas 9.C menjadi pelaksana upacara bendera hari itu. ***
