Jam Dinding Kenangan Kado Pernikahan dari Rekan Sejawat
Pak Jumadi, pria paruh baya itu berulangkali melirik ke arah jam yang tergantung di dinding ruang makan. Saat itu pukul 21.10 Wib, hari Minggu 28 September 2026.
Ia mengusap rambutnya yang sudah mulai banyak ditumbuhi uban. Lelaki paruh baya itu tak pernah menghitamkan rambutnya dengan pewarna rambut. Uban bagi dirinya adalah pertanda ia tidak muda lagi.
Kembali ia melirik jam tua yang menempel erat di dinding ruang makan itu.
"Sudah hampir 33 tahun usia jam dinding itu masih bisa berputar dijadikan sebagai penunjuk waktu di rumah anaknya," Pria itu bergumam lirih. Kembali mengenang jam dinding tua itu.
Saat ini ia merasa sendiri. Ke 5 anaknya sudah besar. Semua anaknya sudah tidak lagi bersamanya di rumah yang cukup besar itu. Mereka menjalani hidupnya masing-masing di kota lain.
"Nyaris separuh usiaku!" kembali ia bergumam mengenang jam penunjuk waktu itu.
Selain berusia lanjut, jam penunjuk waktu ini juga sudah berpindah-pindah. Sesuai domisili sang pemiliknya tinggal.
Ketika dimiliki pertama berapa harga satu jam dinding ini? Mungkin itu salah satu pertanyaan orang yang berkunjung ke rumahnya.
"Tidak tahu," Begitu jawaban Pak Jumadi selalu. "Jam ini sebagai kado pesta pernikahan kami, 30 Desember 1993 silam."
Jam dinding penunjuk waktu ini memang tidak dibeli melainkan kado dari rekan kerja Pak Jumadi di SMA Karya Bhakti Bukittinggi saat pesta pernikahannya.
Kado pesta pernikahan ini sudah dibawa kemana-mana. Di kota Bukittinggi saja sudah tiga tempat pernah dipajang di dinding tempat kost.
Setelah itu pindah ke Pasaman Barat, tepatnya di Kinali. Di Nagari ini sempat pindah kost di dua tempat sebelum di pindahkan ke Lintau.
Di Lintau mulai tahun 1996 sampai sekarang. Namun sebelum menetap di tempat sekarang, jam dinding itu sempat tiga kali pindah rumah kost.
Jam dinding tua itu memang dibawa pindah kemana-mana. Namun pak Jumadi selalu merawatnya dengan baik.
Salahsatunya mengganti baterainya, membersihkan dari debu. Jangan sampai lama mengganti baterainya kalau sudah habis.
Ya, itulah jam dinding kenangan yang masih awet, tidak seperti usia pernikahannya. ***
***
