-->

Kembali Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total (total lunar eclipse) merupakan fenomena alam yang sudah sering kita saksikan dan sangat menakjubkan. Menambah rasa syukur kita kepada Sang Pencipta Alam Semesta ini. Selasa (03/03/26), kembali kita akan menyaksikan gerhana bulan total jika cuaca memang menguntungkan. Prosesinya di mulai sore menjelang sampai senja hari. Begitu kata pejabat yang berkommpeten tentang gerhana.

Ilustrasi gambar (pexels.com)
Seingat saya, di tahun 2018 lalu telah terjadi dua kali terjadi gerhana bulan total. Pertama terjadi Rabu, 31 Januari kemudian Sabtu dini hari 28 Juli tahun 2018.

Mengapa terjadi gerhana bulan? Dalam perspektif pendidikan sains atau Ilmu Pengetahuan Alam, gerhana bulan terjadi karena posisi matahari – bumi – bulan berada satu garis lurus. Dalam kondisi ini, bayangan bumi akan masuk ke permukaan bulan. Artinya cahaya matahari ke bulan terhalang oleh bumi.

Gerhana bulan total yang terjadi pada dinihari waktu itu berlangsung cukup lama. Jika Anda kebetulan mengamati secara langsung di depan rumah atau di tempat-tempat yang dapat menyaksikan fenomena alam tersebut waktu itu, akan capek. Kenapa tidak?

Awal gerhana bulan sekitar pukul 01.30 WIB sedangkan gerhana bulan total terjadi sekitar pukul 03.30 WIB sampai pukul 04.30 WIB. Bagi yang masih betah menyaksikan prosesi gerhana ini  dapat mengikutinya sampai pukul 06.00WIB.

Sebelumnya juga terjadi gerhana bulan total, Rabu 31 Januari lalu. Gerhana bulan total dengan penampakan lebih besar (supermoon) dan biru kemerahan (super blood blue moon).

Gerhana dengan 3 fenomena alam sekaligus itu dapat disaksikan tanpa harus begadang karena terjadi setelah senja.

Berbeda dengan gerhana bulan Selasa ini (03/03/26), terjadi pada sore menjelang senja sampai malam hari. Anda tidak perlu begadang lagi menunggu fenomena alam ini. Selamat menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total.***