Puasa (shaum) pada hakikatnya tidak hanya sekadar menahan lapar haus melainkan menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan nilai puasa itu sendiri. Oleh sebab itu berpuasa di bulan Ramadhan mesti didasari oleh niat sehingga mendapatkan pahala dan mencapai tujuan puasa yaitu level takwa.
Niat menjadi pondasi dalam setiap ibadah supaya mendapatkan pahala, termasuk ibadah puasa bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya..." (HR. Bukhari)
Berniat termasuk rukun puasa wajib yang dilakukan pada malam hari sebelum terbitnya fajar. Tanpa niat maka puasa tidak sah sesuai Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Untuk puasa bulan Ramadhan, niat dilakukan dalam hati pada malam hari dan sunnah untuk melafadzkan niat untuk memandu hati.
Syarat Wajib dan Rukun Berpuasa Bulan Ramadhan
Niat puasa sebulan penuh
Niat puasa sebulan penuh dapat di dilafadzkan pada malam pertama Ramadhan. Hal ini untuk mengantisipasi jika terlupa niat harian.
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadhana hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala."
Artinya:
"Aku berniat puasa seluruh bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Niat harian ramadhan
Niat harian dapat dilafadzkan atau dalam hati setiap malam setelah Maghrib hingga sebelum Subuh.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala."
Artinya:
"Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."
Semoga ibadah puasa berjalan lancar dan terpenuhi rukun dan syarat serta terhindar dari hal yang membatalkan puasa.***

0 Response to "Berniat dan Lafadz Niat Puasa pada Bulan Ramadhan"
Posting Komentar