Keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Nurul Iman Jorong Rajawali Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (17/01/26). Tausiyah di sampaikan oleh Ustadz Dr. H. Syafrizal Nur dengan mengambil tema meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Kegiatan peringatan isra dan miraj dihadiri oleh segenap pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, pengurus masjid dan seluruh siswa. Kepala UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo Zulfikar SPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa siswa diharapkan dapat mengikuti dengan baik kegiatan ini sehingga dapat mengambil dan menerapkan hikmahnya dalam keseharian.
"Ikuti dengan baik sehingga anak-anak kami dapat mengambil hikmah dan menerapkan dalam kehidupan keseharian," ujar Zulfikar SPd antara lain.
Sementara itu Novi Efendi M.Kom Ketua Komite UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar karena dapat melaksanakan berbagai kegiatan kerohanian seperti shalat Zuhur berjamaah dan peringatan isra dan miraj ini.
"Semoga keluarga besar di sekolah kita terus aktif mensyiarkan islam melalui kegiatan pembelajaran sehingga melahirkan siswa sebagai generasi yang beriman dan bertakwa," tandas ketua komite.
Momen unik yang hanya dijangkau oleh iman
Kisah Isra miraj adalah peristiwa unik yang dialami oleh manusia yang ditempuh dalam waktu singkat dalam semalam. Yaitu perjalanan horizontal dan vertikal Nabi Muhammad, dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dari masjidil aqsa naik ke langit ke- 7 hingga sidratul muntaha.
"Hal sangat sulit diterima oleh akal sehat manusia kecuali dengan keimanan." ujar ustadz Drs. Syafrizal Nur.
Lebih jauh ustadz menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berjalan sendiri tetapi beliau "diperjalankan" oleh Allah SWT. Hal ini bertepatan dengan masa sulit Nabi Muhammad SAW setelah wafatnya dua orang penopang dakwah Siti Khadijah dan Abu Thalib.
Pada hakikatnya isra dan miraj adalah sebuah mukjizat dan penghibur dalam masa sulit nabi Muhammad SAW dengan menjemput dan menerima perintah langsung dari Allah SWAT shalat 5 waktu sehari semalam.
Ustadz berharap agar anak-anak murid menjadikan shalat sebagai ibadah pokok yang menghubungkan manusia dengan Allah.
Jadi isra dan miraj merupakan perjalanan yang sangat luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam waktu semalam dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk menerima langsung perintah shalat 5 waktu sekaligus sebagai penghibur setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.***




0 Response to "Peristiwa Isra Miraj Sebagai Momen Tingkatkan Nilai Iman dan Taqwa "
Posting Komentar