Maulid Nabi Muhammad SAW : Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah Saw dalam Kehidupan
Maulud Nabi merupakan salah satu peristiwa bersejarah bagi umat islam di seluruh dunia. Maulid (milad) berarti hari lahir, dalam hal ini adalah hari lahir Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi jatuh setiap 12 Rabilul Awal dalam penanggalan hijriyah. Dalam kalender Indonesia, peristiwa Maulud Nabi dijadikan sebagai Hari Libur Nasional dan pada tahun 2026 ini jatuh pada tanggal 25 Agustus.
Dalam memperingati Maulud Nabi, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat islam di Indonesia.
Seperti di berbagai daerah di Sumatera Barat, Maulud Nabi disambut dengan tradisi Malamang.
Kemudian mengadakan pengajian, ceramah, wirid di surau atau masjid.
Yang lebih penting adalah bagaimana umat muslim mengambil hikmah Peringatan Maulud nabi Muhammad SAW. Hikmah yang utama adalah bagaimana umat muslim dapat menjalankan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu umat muslim dapat meneladani kepribadian Rasullullah Saw dalam kehidupan sehari-hari karena didalam akhlak Nabi Muhammad SAW terdapat suri tauladan yang baik. Allah SWT telah berfirman;
"Sesungguhnya dalam kepribadian Muhammad SAW terdapat suri tauladan yang baik”. (QS: Al Ahzab, 21).
Pendidikan anak
Pendidikan anak yang berlangsung di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga hendaknya didasarkan atas prinsip keteladanan yang dicontohkan oleh orangtua dan guru serta orang dewasa di lingkungan anak berada.
Pendidikan anak yang tidak dilandasi konsep keteladaanan, seperti doktrin dan pemaksaan justru akan menghambat proses bertumbuh dan berkembangnya kepribadian anak. Pembentukan karakter dan pembiasaan positif pada anak akan mengalami kendala.
Dalam aspek intelektualitas, pendidikan anak semestinya disesuaikan dengan tingkat dan taraf berpikir mereka. Model dan kurikulum pendidikan untuk anak mestilah disesuaikan dengan perkembangan anak, karakter dan faktor lingkungan alam dan sosial dimana anak berada.
Pendidikan karakter mestilah berorientasi pada pembiasaan dan suri tauladan. Hal itu harus dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga. Orang tua tidak serta merta melepas tugas pembentukan karakter melalui lembaga sekolah kendatipun saat ini volume waktu anak sudah banyak di sekolah dalam kerangka full day school (FDS).
Penanaman nilai karakter yang memadai dari lingkungan keluarga niscaya akan membuat tugas lembaga pendidikan tidak menjadi lebih berat. Sesungguhnya lembaga pendidikan itu bertugas untuk mengembangkan nilai-nilai karakter yang sudah ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga.
Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW berarti membawa kita untuk menyadari kembali betapa dalam hidup dan kehidupan, kita perlu meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW agar selamat di dunia bahkan sampai akhirat.***
