Bupati Tanah Datar telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/1470/Dikbud-2026 tertanggal 26 Juli 2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Full Day School di Lingkungan Kabupaten Tanah Datar Jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.
Surat Edaran tersebut didasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah dan dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Tanah Datar.
Full Day School atau disingkat FDS merupakan sistem pembelajaran dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari. Hal ini berarti siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, mulai dari pagi hingga sore hari mulai pukul 7.15 sampai 15.30 WIB selama 5 hari (Senin sampai Jumat).
Tujuan utama FDS untuk meningkatkan capaian pembelajaran siswa dengan memadukan kegiatan akademik degan pengembangan karakter, ekstrakurikuler dan waktu istirahat yang terstruktur. Aspek penguatan karakter bertujuan untuk memperbanyak ruang untuk pendidikan akhlak, kedisiplinan, dan kegiatan keagamaan.
FDS menerapkan sistem Belajar terpadu antara kurikulum akademik formal dengan kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan pembiasaan positif selama 5 hari kerja mulai Senin sampai Jumat. Sementara itu hari Sabtu dapat digunakan siswa untuk berkumpul bersama keluarga.
Salah satu sekolah menengah di wilayah Tanah Datar, SMPN 2 Lintau Buo juga telah merancang FDS dengan menyesuaikan karakteristik daerah dan budaya lokal. Estimasi jadwal harian dan kegiatan dimulai pukul 07.15 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.30 atau 16.00 WIB.
Dalam interval waktu tersebut integrasi keagamaan dengan memanfaatkan fasilitas ibadah sekolah untuk program Tahfidz, salat Zuhur dan Asar berjamaah, serta kultum rutin. Istirahat disediakan dalam waktu yang cukup agar siswa tidak jenuh. Seentara itu makan siang perlu dikoordinasikan dengan pihak layanan SPPG setempat sehubungan dengan MBG (Makan Bergizi Gratis).
Kegiatan pengembangan bakat siswa ditujukan untuk optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, olahraga, kesenian tradisional, dan klub sains pada jam sore.
Pemberlakuan FDS di SMPN 2 Lintau Buo telah disosialisasikan kepada orang tua/wali murid bersama Komite Sekolah. Bertempat di Mushalla Nurul Ilmi SMPN 2 Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar digelar musyawarah paripurna hari ini, Sabtu (25/07/26). Musyawarah dihadiri oleh segenap pendidik, tenaga kependidikan, Komite Sekolah dan orang tau/wali murid.
Pelaksanaan musyawarah besar yang berlangsung pada hari ini berjalan dengan khidmat dan menghasilkan beberapa kesepakatan seperti penerapan aturan dan tata tertib sekolah sehubungan dengan rencana Full Day School (FDS).
Isral, S.Pd Wakil Kepala UPT SMP Negeri 2 Lintau Buo dalam kesempatan itu menyampaikan perkembangan sekolah dalam beberapa tahun terakhir. “Secara perlahan namun pasti sekolah mampu meraih prestasi akademik dan ekstrakurikuler yang membanggakan. Kepercayaan masyarakat semakin naik terhadap sekolah yang terbukti dengan hasil PPDB 2026/2027 dimana sekolah berhasil mencapai target,” sampai Waka Kurikulum tersebut.
Isral, S.Pd juga menyingkap prestasi akademik yang pertama kali dicapai adalah lolosnya dua siswa SMPN 2 Lintau Buo lolos ke OSN Provinsi atas nama Nabila Ramadani (bidang IPA) dan Rafka Muslim (bidang IPS). Selain itu beberapa siswa SMPN 2 ikut mewakili Kecamatan Lintau Buo dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Tahun 2026 dan berhasil meraih Juara 3.
Pada kesempatan yang sama Wakil Kurikulum SMPN 2 Lintau Buo juga memaparkan peluang sekolah untuk menerapkan FDS. Dari kesiapan, pihak sekolah siap menerapkan sekolah lima hari. “Agar FDS dapat berjalan sebagaimana mestinya dan mencapai sasaran, kita perlu saling bersinergi pihak sekolah dan orang tua/wali murid serta komite sekolah,” tukas Isral, S.Pd.
Sementara Ketua Komite Novi Efendi, M.Kom dalam sambutannya mendukung terlaksananya pembelajaran FDS dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah. “Dukungan bapak/ibuk orang tua/wali murid sangat perlu agar pembelajaran anak-anak kita berjalan lebih baik terutama dalam mendorong anak belajar di rumah. Peran orang tua di rumah lebih banyak menentukan bagaimana karakter anak-anak sehingga mewujudkan visi dan misi sekolah kita,” sampai Novi Efendi antara lain. ***
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)