Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aksi Kocak: Koridor Kantor Guru Menjadi Kabin Bis Kota

“Buumm… buuummm…. buuuummm…!” Hadi Rahim menderu-nderu, menirukan suara raungan mesin dengan mulutnya. Tangannya sibuk menggeber gas imajiner dan memutar setir dengan lincah. Setiap kali melewati tikungan khayalan, tubuhnya ikut condong ke kiri dan ke kanan. Ia benar-benar menghayati peran layaknya seorang sopir yang sedang mengendalikan bus kota di jalur ekstrem.
Aksi kocak di koridor kelas, 9 tahun silam (dok.pri/ Cerana Kata)

Di tengah simulasi seru itu, sang "bus kota" tampaknya kehilangan kendali saat menikung tajam. Melihat posisi yang dianggap berbahaya, seorang penumpang yang semula duduk di sebelah kiri langsung bergerak panik. Ia berniat meraih tangan Hadi untuk membantu membelokkan kemudi. Namun, karena gerakan yang terlampau cepat, tangan penumpang justru merengkuh bahu sang sopir.

Untung saja, bus kota imajiner bermuatan sarat itu tidak sampai terjun bebas ke dalam jurang. Wah, sebuah penyelamatan yang mendebarkan sekaligus mengocok perut!

Itulah aksi kocak antara Hadi Rahim (sopir) dan Admin CK (penumpang) yang kami abadikan kembali pada kolom Flashback ini.

Menurut Admin CK, Hadi menirukan bunyi mesin itu dengan sangat fasih, mirip sekali dengan gaya anak kecil yang sedang asyik bermain mobil-mobilan. Bedanya, "mobil" yang ia kendarai kali ini adalah sebuah alat kesenian di ruangan tersebut. Kebetulan, alat itu dilengkapi kursi dan meja bundar yang posisinya bisa diputar layaknya kemudi kendaraan.

“Masa kecil kurang bahagia, Pak,” seloroh Hadi Rahim sambil melirik jenaka ke arah Admin yang berdiri tak jauh darinya ketika itu.

Tak mau kalah, Admin langsung membalas aksi kocak tersebut. Menggunakan gerakan lambat (slow motion) layaknya tayangan ulang di televisi, Admin berteriak histeris, “Awaaaassss… juraaang…!” Ia kembali merengkuh tangan Hadi demi menyelamatkan truk yang nyaris masuk jurang untuk kedua kalinya.

Tentu saja, drama menegangkan itu bukanlah kejadian nyata. Itu hanyalah aksi spontan penuh tawa antara Hadi Rahim dan Admin di sela-sela waktu istirahat, usai agenda gotong royong massal di SMPN 2 Lintau Buo.

Aksi kocak "Hadi Rahim vs Admin" ini sukses mengocok perut warga sekolah yang kebetulan sedang berada di koridor kantor majelis guru. Momen langka dan menggelikan itu pun berhasil diabadikan dengan apik oleh rekan kerja mereka, Hary Delfingra, S.Pd., menggunakan kamera ponselnya.

“Anggap saja adegan ini untuk menghibur diri sendiri. Hitung-hitung refreshing atau penyegaran, sekaligus memeriahkan HUT RI yang ke-72,” tutur Admin kepada Hadi Rahim sembari tertawa.

Apa yang diucapkan Admin ternyata memiliki makna mendalam bagi keluarga besar sekolah yang berlokasi di Lintau Buo tersebut. Saat itu, para guru, karyawan, dan siswa memang sedang didera rasa lelah yang luar biasa. Mereka baru saja selesai bergotong royong, memindahkan seluruh barang inventaris sekolah dari gedung lama yang akan direhabilitasi total ke gedung lainnya. Di tengah peluh dan kepenatan itulah, sekelumit tawa hangat berhasil memulihkan kembali energi mereka. ****