Halo sobat Ceranakata.com, khususnya yang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Umum (SMU). Apakah sobat mendapat tugas kelompok atau perorangan tentang produk bioteknologi konvensional dari gurumu?
Mungkin saja tugas itu
berupa praktikum membuat yoghurt dan menyusun laporannya, atau hanya sekadar
membuat laporan tertulis untuk didiskusikan di kelas. Jika iya, artikel berikut
hadir sebagai bahan referensi lengkap untuk melengkapi tugas tersebut.
Mengenal Yoghurt dan Bioteknologi Susu
Susu murni dari sapi,
kerbau, atau kambing ternyata dapat diolah menjadi berbagai bahan pangan lain
melalui penerapan bioteknologi konvensional. Beberapa hasil pengolahan susu
yang populer antara lain yoghurt, mentega, dan keju. Namun, pada kesempatan ini
kita akan fokus membahas cara membuat yoghurt dengan memanfaatkan susu sebagai
bahan dasar.
Yoghurt merupakan
minuman susu asam yang dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan bakteri
asam laktat. Bakteri ini berfungsi untuk:
- Menggumpalkan protein susu.
- Meningkatkan cita rasa khas yoghurt.
- Menghasilkan aroma asam yang segar.
- Peran Sains dalam Keamanan Susu
Sebelum diolah menjadi
yoghurt, susu harus melewati proses pasteurisasi atau sterilisasi sebagian.
Mengapa proses ini penting?
Seorang ahli
mikrobiologi bernama Alice Evans menemukan bahwa beberapa bakteri alami pada
susu murni dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu, susu murni
perlu dipanaskan terlebih dahulu pada suhu mendekati titik didih untuk membunuh
bakteri patogen (penyebab penyakit). Setelah proses pemanasan tersebut,
sebagian besar lemak susu akan dibuang.
Mikroorganisme Penggerak Fermentasi
Ada dua mikroorganisme
utama yang bekerja sebagai starter dalam pembuatan yoghurt:
- Lactobacillus bulgaricus
- Streptococcus thermophilus
Kedua bakteri tersebut
ditambahkan ke dalam susu dengan jumlah yang seimbang. Campuran ini kemudian
diinkubasi (disimpan) selama kurang lebih 5 jam pada suhu sekitar 45°C.
Selama masa penyimpanan
ini, aktivitas bakteri asam laktat akan menyebabkan tingkat keasaman (pH) susu
turun hingga mencapai 4,0. Setelah proses fermentasi selesai, yoghurt
didinginkan dan siap diberi tambahan cita rasa.
Alat dan Bahan Praktikum
Untuk melakukan
praktikum pembuatan yoghurt di sekolah atau di rumah, berikut adalah alat dan
bahan yang perlu disiapkan:
- Susu murni (sebagai bahan dasar)
- Yoghurt plain/plain yogurt (sebagai starter/biakan bakteri)
- Panci dan pengaduk (pastikan dalam kondisi steril)
- Kantong plastik atau wadah kedap udara
- Esen makanan atau sirup (opsional, untuk perasa)
- Langkah Kerja Pembuatan Yoghurt
Ikuti langkah-langkah
kerja berikut secara berurutan untuk hasil yang maksimal:
1.Pemanasan Awal:
Panaskan susu murni di dalam panci sampai suhunya mencapai 90°C.
2.Pendinginan Pertama:
Matikan api, lalu dinginkan susu tersebut di dalam panci yang tertutup rapat.
3.Pekatan Susu: Ulangi
kembali proses pemanasan dan pendinginan (langkah 1 dan 2) hingga volume susu
menyusut menjadi setengah dari volume semula.
4.Pencampuran Starter:
Tambahkan yoghurt plain ke dalam cairan susu dengan perbandingan 4 : 1 (4 bagian
susu : 1 bagian yoghurt), lalu aduk hingga rata.
5.Inkubasi: Masukkan
campuran tersebut ke dalam kantong plastik atau wadah kedap udara. Simpan di
tempat yang hangat atau kulkas pada bagian yang sesuai untuk proses fermentasi.
Pemberian Rasa &
Penyimpanan: Setelah yoghurt terbentuk dan mengental, Anda dapat menambahkan
esen atau sirup sesuai selera. Simpan yoghurt di dalam kulkas pada suhu 2°C
untuk mencegah proses fermentasi berlanjut agar rasanya tidak terlalu asam.
Manfaat Yoghurt bagi Kesehatan
Selain rasanya yang
lezat, yoghurt memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh manusia,
antara lain:
- Melancarkan proses pencernaan.
- Menjaga kesehatan dan kepadatan tulang.
- Membantu mencerahkan kulit wajah.
Demikian ulasan mengenai proses pembuatan yoghurt secara bioteknologi konvensional. Semoga artikel ini bermanfaat dan sukses untuk praktikum maupun penyusunan laporan sekolahmu! ***
