-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penerapan Konsep Kemagnetan dalam Teknologi Kedokteran : Mengenal MRI

| Kamis, Juli 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T03:22:08Z
Berbagai produk teknologi yang berkembang dewasa ini memanfaatkan prinsip kemagnetan. Mulai dari teknologi transportasi seperti kereta Maglev, pembangkit energi seperti PLTN, hingga teknologi kedokteran.
Alat MRI (pixabay.com)

Salah satu alat kedokteran mutakhir yang menerapkan konsep kemagnetan dan gelombang elektromagnetik adalah MRI. Artikel ini akan membahas tuntas apa itu MRI dan cara kerjanya untuk membantu belajar siswa kelas 9 SMP/MTs.

Apa Itu MRI?

MRI merupakan singkatan dari Magnetic Resonance Imaging (Pemindai Resonansi Magnetik). Alat ini berfungsi untuk memeriksa dan mendeteksi kondisi bagian dalam tubuh manusia. Berbeda dengan foto rontgen (sinar-X) atau CT-scan, MRI memiliki keunggulan khusus:Tanpa pembedahan (non-invasif)Tanpa radiasi sinar-XTanpa bahan radioaktifHasil berupa gambar detail pada layar monitor komputer

Bagaimana Cara Kerja MRI?

Secara sederhana, tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang mengandung atom hidrogen. Di dalam atom hidrogen terdapat inti sel atau nukleon (proton) yang memiliki sifat magnetik alami.

Berikut adalah tahapan cara kerja MRI saat memindai tubuh:

Penyelarasan Nukleon: Pasien masuk ke dalam tabung MRI yang memiliki medan magnet sangat besar. Medan magnet ini memaksa nukleon di dalam tubuh manusia berputar dan berbaris sejajar, mirip seperti jarum kompas yang menghadap ke satu arah.

Penembakan Gelombang Radio: Alat MRI kemudian menembakkan pulsa gelombang frekuensi radio untuk mengubah arah atau menginduksi posisi nukleon tersebut.

Pancaran Sinyal: Saat gelombang radio dimatikan, nukleon akan kembali ke posisi semula (sejajar). Proses kembali ini memancarkan sinyal gelombang radio dari dalam tubuh.

Perekaman Gambar: Sinyal radio yang dipancarkan oleh tubuh ditangkap oleh detektor MRI. Komputer kemudian mengolah sinyal tersebut menjadi gambar potongan organ tubuh yang sangat jelas.

Fungsi dan Manfaat MRI

Penggunaan MRI dianggap sebagai salah satu cara paling aman untuk memetakan kondisi organ dalam. Alat ini sangat efektif untuk mendeteksi:

  • Gangguan otak dan susunan saraf pusat
  • Kerusakan sumsum tulang belakangTumor, kanker, dan infeksi organ dalam
  • Pemetaan gejala epilepsi dini hingga studi aktivitas otak (perekaman pikiran)
  • Fakta Sains: Deteksi Kanker Lewat Konsumsi GulaTeknologi MRI terus berkembang. 

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine, sel-sel kanker yang hidup terbukti tumbuh dan berkembang dengan menyerap glukosa (gula olahan) dari aliran darah manusia.

Ilmuwan dari University College London (UCL) Inggris berhasil memodifikasi tingkat kepekaan alat MRI. Hasilnya, MRI kini dapat mendeteksi keberadaan tumor ganas hanya dengan memindai penyerapan glukosa khusus di dalam tubuh.

Inovasi ini jauh lebih aman dibanding metode tradisional yang mengharuskan pasien menerima suntikan radiasi dosis rendah untuk mendeteksi kanker. ***

(Sumber: Buku Paket IPA Kelas 9 SMP/MTs Semester 2 Kurikulum Kemdikbud, Viva, dan Medistra)