Suasana di kantor majelis guru SMPN 2 Lintau Buo pada Kamis (30/7/2026) mendadak mencekam untuk beberapa saat. Sebuah drama ketegangan yang dilakoni oleh salah seorang guru senior berhasil membuat panik suasana di kantor majelis guru dan kantor kepala sekolah.
Ibu Yulinda Sastri (kiri) bersama Ibu Rocestri (dok sekolah/ Cerana Kata)
Namun, ketegangan tersebut berakhir dengan riuh tawa setelah diketahui bahwa semua itu adalah skenario prank untuk merayakan hari ulang tahun Ibu Kepsek Yulinda Sastri, S.Kom yang ke-48.
Aksi dimulai saat jam pelajaran berlangsung. Pak Edy Samsul, seorang guru senior di sekolah tersebut, tiba-tiba melangkah masuk ke kantor majelis guru dari arah kelas dengan penampilan yang tidak biasa: kaki celananya digulung hingga di bawah lutut! Dengan wajah yang diset penuh emosi, Pak Edy langsung menghampiri salah satu guru yang berada di sana.
"Ibu Kepsek ada?!" tanyanya dengan nada tinggi dan ketus. Guru yang ditanya seketika merasa ketakutan, bingung, dan bertanya-tanya dalam hati mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Tanpa membuang waktu, Pak Edy Samsul langsung melesat masuk ke ruang kerja Kepala Sekolah. Di dalam ruangan, ia mulai mengomel dengan suara keras yang terdengar jelas hingga ke ruang majelis guru di sebelahnya. Guru-guru lain yang mendengarnya langsung kaget dan panik, mengira telah terjadi masalah atau insiden yang sangat serius.
Untuk meredakan situasi, Ibu Yulinda Sastri bersama Pak Edy Samsul akhirnya berpindah dari ruang kepala sekolah menuju ruang majelis guru agar masalah bisa diselesaikan bersama. Di tengah suasana yang teramat tegang, hening, dan penuh tanya itu, skenario drama ini mencapai puncaknya.
Secara tiba-tiba, Pak Edy Samsul yang tadinya marah-marah langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi penuh senyum dan berteriak, "Selamat ulang tahun, Ibu!"
Detik itu juga, seluruh guru yang menyaksikan adegan menegangkan tersebut serentak menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dengan gemuruh. Ibu Yulinda Sastri yang hari ini genap berusia 48 tahun seketika terkejut, lalu tertawa lepas menyadari dirinya telah menjadi korban prank sang guru senior.
Meski dirayakan secara spontan tanpa kue ulang tahun, skenario matang ini terbukti sukses besar menciptakan atmosfer yang menguras emosi.
Aksi kreatif ini sengaja dirancang oleh keluarga besar sekolah sebagai bentuk kejutan unik untuk merayakan hari kelahiran sang pimpinan. Momentum ini tidak hanya membawa keseruan, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya rasa kekeluargaan, kekompakan, dan kehangatan hubungan antara Ibu Yulinda Sastri, S.Kom dengan seluruh majelis guru di SMPN 2 Lintau Buo. *****
