Hallo Sabat Web Cerana Kata, kali ini kami kembali hadir dengan label tradisional untuk berbagi artikel terbaru yang mengangkat tema kue sapik kudapan tradisional Minangkabau. Camilan khas Minangkabau yang sudah melegenda ini sudah pasti sangat familiar bagi kita orang Minangkabau. Yuk simak selengkapnya!
Kue sapik merupakan camilan atau kudapan tradisional legendaris orang Minangkabau. Boleh dibilang kue sapik ini menjadi hidangan 'wajib' di hampir setiap rumah masyarakat Minangkabau, terutama saat merayakan lebaran Idul Fitri, Idul Adha, pesta pernikahan dan tradisi lainnya.
Sepintas kue sapik menyerupai kue semprong dari Jawa namun kue sapik memiliki karakteristik rasa dan aroma yang lebih kaya karena penggunaan rempah-rempah khas.
Filosofi dan Asal-Usul Nama
Kata 'sapik' berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti 'jepit. Penamaan ini merujuk langsung pada teknik pembuatannya: adonan cair dituang ke dalam cetakan besi, lalu dipanggang sambil dijepit erat. Begitu matang dan masih panas, kue segera dilipat atau digulung sebelum mengeras dan menjadi renyah.
Tekstur
renyah dan rasa manis-gurihnya melambangkan kehangatan serta keceriaan dalam
menyambut tamu saat hari besar Islam dan acara adat.
Bahan-Bahan Utama
Resep tradisional kue sapik
mengandalkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di tanah Minang:
-Tepung Beras: Sebagai bahan
dasar utama yang memberikan tekstur garing.
-Santan: Menggunakan saripati
kelapa kental untuk memberikan rasa gurih yang dominan.
-Telur: Berperan sebagai
pengikat adonan agar kue tidak mudah hancur.
-Gula Pasir: Memberikan rasa
manis yang pas.
-Rempah Tambahan: Rahasia
aroma khas kue sapik terletak pada campuran kayu manis dan adas manis bubuk.
Cara Pembuatan dan langkah-langkahnya
Proses pembuatan kue ini
menuntut kesabaran dan ketelatenan tinggi. Satu sesi pembuatan bisa memakan
waktu hingga 4 jam hanya untuk menghasilkan beberapa toples. Berikut cara pembuatan kue sapik:
-Pencampuran: Telur dikocok
lepas, lalu dicampur dengan gula, santan kental, dan tepung beras hingga rata.
-Pemberian Aroma: Rempah
seperti kayu manis dan adas manis ditambahkan ke dalam adonan cair.
-Pemanggangan: Cetakan besi
dipanaskan di atas api kecil, diolesi sedikit margarin, lalu dituang sekitar
1,5 sendok makan adonan.
-Penjepitan: Cetakan ditutup
rapat (dijepit) dan dibolak-balik agar matang merata.
-Pembentukan: Setelah
berwarna kecokelatan, kue diangkat dan segera dilipat menjadi bentuk kipas atau
segitiga (ciri khas paling umum) selagi teksturnya masih lentur.
Singkong Rebus Kuliner Tradisional Tetap Menggoda Disaat Lapar
Demikian uraian tentang kue sapik dan cara pembuatannya. Semoga bermanfaat*
.png)